Find Your Own “STAR”

etos kerja

Bagaimana mencari pekerjaan yang cocok untuk diri anda sendiri.

Pada awal karier kita, ketika kita masih belum menemukan apa yang benar2 cocok untuk kita kerjakan, sering kita bertanya tanya, apa sebenarnya yang harus kita kejar? Dan selalu sulit untuk menemukan “Apa sebenarnya *Passion* kita?”, atau apa yang sebenarnya “cocok” untuk kita kejar?

Hal ini cukup umum, terutama untuk orang yang baru memulai kariernya. Apalagi buat yang baru lulus kuliah, baru pulang dari luar negeri, ataupun baru memulai kerja beberapa tahun di awal kariernya. Bahkan kadang tidak jarang orang yang telah lebih dari 10 tahun bekerja pun masih saja belum menemukan “jalan” yang cocok untuk dirinya. Baca lebih lanjut

HADAPI DAN KONTROLLAH RASA TAKUTMU SERTA MAJULAH DENGAN PENUH KEBERANIAN

leapJika tiba tiba engkau diberitahu oleh dokter yang memeriksamu bahwa ada serangan penyakit ganas yang sedang semakin memperburuk kesehatanmu ,engkau pasti panik dan takut .

Jika juga engkau tiba tiba diberi kabar bahwa orang orang yang bekerja selama ini denganmu tiba tiba membawa kabur uang dan barang barang usahamu , pasti engkau sangat terpukul dan marah. Baca lebih lanjut

Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan

perjalananSuatu kali, Umar bin Khathab mendengar seseorang berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit (minoritas).” Beliau bertanya, “Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksud dengan golongan minoritas?”

Orang itu menjawab, “Saya menyimak firman Allah, Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud: 40), juga firman-Nya, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.” (QS. Saba’ 13). Kemudian orang itu menyebutkan beberapa ayat lagi. Lalu Umar berkata, “Setiap orang memang lebih faqih dari Umar.

Fragmen ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa untuk meraih derajat yang tinggi dan mulia, harus bersiap menempuh jalan yang sepi dari teman. Karena orang kebanyakan tidak sanggup menempuh puncak ketinggian. Derajat muslim hanya disandang sebagian kecil dari total penduduk bumi yang luas ini. Baca lebih lanjut

Bertekad Mengakses Nasihat dan Kisah Para Ulama

anakmudaDALAM bahasa Arab, hati disebut “al-qalbu”, artinya berbolak-balik, tidak menetap pada satu keadaan. Demikianlah kenyataan hati manusia. Ia bisa menjadi sangat lembut dan mudah diarahkan, tetapi bisa juga menjadi lebih keras dari batu. Sejenak trenyuh dan berduka, kemudian melonjak kegirangan. Pada dua keadaan ini, sebenarnya hati punya kebutuhan yang sama, yaitu nasihat. Dengannya maka berbolak-baliknya hati senantiasa terarah kepada kebaikan, tidak liar dan menyeretnya ke jurang kebinasaan.

Oleh karenanya, di dalam khazanah literatur Islam berkembang satu jenis kitab yang disebut raqa’iq atau riqaq. Istilah ini dapat dimaknai sebagai cerita ringan, atau kisah pelembut hati. Karya seperti ini umumnya pendek, dan di dalamnya banyak disitir kisah-kisah singkat yang menarik, juga nasihat-nasihat ringkas yang penuh makna. Wejangan dan wasiat para ulama besar dapat kita jumpai dengan mudah dalam karya-karya seperti ini, apalagi dalam karya-karya yang lebih detil dan panjang.

Mengapa nasihat ulama itu penting?

Sebab – menurut Syeikh ‘Abdul Qadir al-Jilani – ia merupakan saripati pengalaman dan interaksi mereka dengan al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, sepanjang hidupnya mereka hanya mengabdikan diri kepada Allah, bukan kepada materi dan kenikmatan duniawi.

Tentu saja, mata air hikmah akan mengalir deras dari hati dan lisan mereka. Adapun kata-kata orang yang tidak beriman kepada Allah, apalagi yang memusuhi-Nya, jelas tidak akan steril dari polusi keyakinan mereka. Bukankah keyakinan yang mewarnai setiap hati pasti terefleksikan melalui kata-kata dan tindakan pemiliknya? Maka, kita harus hati-hati memilih nasihat, sebelum teracuni tanpa sadar. Baca lebih lanjut

Tiga Unsur Kesuksesan

leapBila bintang kemauan terbit di malam keberanian, bertepatan pula dengan hadirnya bulan tekad yang bulat, niscaya bumi hati akan terpancari oleh cahaya Ilahi

Kalimat indah tersebut adalah ungkapan yang terdapat dalam kitab al-Fawa’id, karya fenomenal dari ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Di mana beliau menulis, ”idza thala’a najmul himmah fii lailil bathaalah, wa radafahu qamarul ’aziimah, asyraqat ardhul qalbi binuuri Rabbiha.”

Begitu dahsyat keindahan bahasanya, sehingga sangat sulit untuk memilih diksi yang tepat untuk menerjemahkan. Dan kalimat pembuka diatas adalah pendekatan makna dari ungkapan beliau tersebut.

Tiga Unsur Kesuksesan

Hati yang terpancari oleh cahaya Ilahi adalah hati yang mengenali Pencipta-Nya secara tepat, mampu membedakan antara yag haq dan yang bathil secara akurat, dan lebih mengutamakan kebenaran daripada kebathilan, hawa nafsu dan bujukan setan dan juga syahwat. Baca lebih lanjut

CINTA ABADI – MUHAMMAD IQBAL

CINTA ABADI

“Cinta itu abadi dan ke dalam keabadian ia pergi
Jika hari pembalasan tiba
Orang berduyun ingin jadi pemburu cinta
Sebab tanpa cinta ia akan terhina

Titik cerlang yang bernama pribadi
Api kehidupan dalam tumpukan abu kita
Cinta menggosoknya menjadi lebih abadi lagi

Cinta mengangkat insan membumbung tinggi
Hingga tercapai tangga keluhuran dekat ilahi
Jika wujud ini adalah benda belum selesai
Cinta membentuknya hingga sempurna
O muslim, dengar kisahku menjadi manusia

Oleh cinta pribadi kian abadi
Lebih hidup, lebih menyala, dan lebih kemilau
Dari cinta menjelma pancaran wujudnya
Dan perkembangan kemungkinan yang tak diketahui semula
Fitrahnya mengumpul api dari cinta

Cinta mengajarinya menerangi alam semesta
Cinta tak takut kepada pedang dan pisau belati
Cinta tidak berasal dari air dan bumi
Cinta menjadikan perang dan damai di dunia
Sumber hidup ialah kilau pedang cinta”.

Muhammad Iqbal (1877-1938)

‘Abd Allah Ibn al-Rawaha: Penyair Nabi dan Syuhada Perang Muktah

islamic_wallpaper_93.jpg
Ia bernama lengkap Abd Allah bin Rawaha bin Tsa’labab al-Anshary al-Khazraji. Panggilannya Abu Muhammad. Paman daripada Nu’man bin Basyir. Wafat pada tahun 8 Hijriah’. Ia masuk Islam pada masa Bait al-‘Aqabah al-Ula. Dikisahkan bahwa sewaktu Rasulullah saw. sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah, dengan bersembunyi-sembunyi dari kaum Quraisy.

Mereka yang datang ini terdiri dari duabelas orang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Anshar.(penolong Rasul). Mereka sedang dibai’at Rasul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama Bai’at al-Aqabah al-Ula (Aqabah pertama). Merekalah pembawa dan penyi’ar Islam pertama ke kota Madinah, dan bai’at merekalah yang membuka jalan bagi hijrah Nabi beserta pengikut beliau, yang pada gilirannya kemudian, membawa kemajuan pesat bagi Agama Allah yaitu Islam. Maka salah seorang dari utusan yang dibai’at Nabi itu, adalah Abd Allah bin Rawahah.

Pada tahun berikutnya, Rasulullah saw. membai’at lagi 73 (tujuhpuluh tiga) orang Anshar dari penduduk Madinah pada bai’at ‘Aqabah kedua, maka tokoh Ibnu Rawahah ini pun termasuk salah seorang utusan yang dibai’at itu. Setelah selesai pembaiatan Aqabah yang kedua, ia berdiri di samping Rasulullah. Kemudian bertanya kepada Rasulullah; Baca lebih lanjut

Gadisku

GADISKU…SEBELUM NASI MENJADI BUBUR…

http-3.bp.blogspot.com-(Nasehat Seorang ulama Suria Syaikh Ali At-Tonthowi rahimahullah kepada para gadis…agar tidak tertipu oleh para lelaki tukang gombal)

Wahai putriku…

aku adalah seorang yang berjalan pada umur 50 tahunan…

masa muda telah meninggalkanku, meninggalkan impian-impiannya dan angan-angan kosongnya.

Aku pun telah banyak merantau di negeri-negeri, aku telah bertemu dengan berbagai model manusia. Aku memiliki banyak pengalaman tentang orang-orang…

maka dengarlah -wahai putriku- sebuah nasehat yang sungguh-sungguh dariku, yang aku ungkapkan berdasarkan umurku dan pengalaman-pengalamanku, engkau tidak akan mendengarkannya dari selainku.

Sungguh aku telah banyak menulis…aku telah menyeru…menyeru kepada pembenahan akhlak dan penghilangan kerusakan dan penundukan syahwat…bahkan sampai-sampai pena-penaku telah lelah…

lisan-lisan telah bosan… Baca lebih lanjut

BEGINILAH HIDUP MENGAJARIKU

(Untaian Mutiara Hikmah DR. Musthafa As-Siba’i)

  • Jika melihat kehidupan dengan mata optimisme, maka akan engkau dapati keindahan di setiap sudutnya. Bahkan termasuk di dalam keburukan sekalipun (engkau tetap bisa menemukan keindahan disana!)
  • Jika Dia membuatmu sakit, dan karenanya engkau jadi lebih mengingat-Nya, maka sungguh berarti Dia telah menyehatkanmu. Dan bila Dia membuatmu sehat, namun karenanya engkau justru berpaling dari-Nya, maka hakekatnya Dia telah men-sakit-kanmu!
  • Saat tawakkal berkata: Baca lebih lanjut

”DEKLARASI” MENYIKAPI KHILAFIYAH

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ’ala Sayyidina Rasulillah, wa ’ala alihi, wa shahbihi, wa man waalaah, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du:

Dengan ini kami menyerukan dan mengajak seluruh muslimin dimanapun berada, untuk bersepakat dalam menyikapi adanya perbedaan pendapat dan madzhab diantara para imam dan ulama Ahlussunnah Waljamaah, dalam masalah-masalah khilafiyah ijtihadiyah, dengan butir-butir penyikapan dan kesepakatan sebagai berikut:

Pertama, kita semua sepakat menerima, mengakui dan mentolerir adanya perbedaan pendapat para imam dan ulama itu, sebagai hal yang normal dan wajar, karena ia merupakan buah alami dan konsekuensi logis dari ijtihad mereka. Serta sepakat menyikapi seluruh madzhab ulama Ahlussaunnah Waljamaah sebagai pilihan-pilihan yang secara umum ditolerir bagi siapapun untuk memilih madzhab apapun diantaranya.

Baca lebih lanjut