Drama Penentuan Hari Raya

“MADE IN” KHAS INDONESIA: PUASA BEDA, HARI RAYA SAMA!
(“Tayang” Ulang Dengan Penyesuaian Tahun)

zul_raya_2008oleh Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri

Persis seperti tahun lalu, insya-allah akan terjadi perbedaan lagi antar kaum muslimin Indonesia dalam mengawali puasa Ramadhan 1434 ini, antara hari SELASA tanggal 9 dan hari RABO tanggal 10 JULI 2014. Meskipun, dan ini yang menggembirakan, perayaan idul fitri-nya 1 Syawwal 1434 nanti, hampir bisa dipastikan insya-allah akan terjadi secara seragam, serempak dan kompak, pada hari KAMIS tanggal 8 AGUSTUS 2013.

Prediksi nyaris pasti akan terjadinya perbedaan awal Ramadhan tahun ini, seperti tahun lalu dan juga tahun-tahun sebelumnya, disebabkan karena saat matahari terbenam pada hari Senen 29 Sya’ban 1434 nanti, yang bertepatan dengan tanggal 8 Juli 2013, menurut para ahli hisab, hilal (bulan) akan berada pada posisi yang “sangat tidak aman”. Dimana ketika itu hilal sudah wujud (ada/muncul) diatas ufuk (horizon) di wilayah barat Indonesia, namun disepakati belum memungkinkan untuk bisa dirukyat (dilihat), karena ketinggiannya memang masih kurang dari 1 derajat. Bahkan, di wilayah timur Indonesia, hilal belum wujud sama sekali!

Nah, dengan posisi hilal seperti itu, para pencetus sekaligus penganut madzhab hisab hakiki wujudul hilal (penentuan bulan baru berdasar wujud-nya hilal diatas ufuk seberapapun kadar ketinggiannya), Baca lebih lanjut

ISRA’ MI’RAJ DAN SOLUSI LANGIT

rasul-saw

Isro Mi'rojIsra’ Mi’raj merupakan salah satu terminal paling penting dalam sirah Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan bahkan dalam perjalanan dakwah Islam sepanjang masa seluruhnya. Karena tak berselang lama ba’da peristiwa isra’ mi’raj itulah terbentang lebar jalan kemenangan dakwah Islam, dengan terjadinya bai’atul aqabah I dan II dengan para pioner Islam dari generasi pertama sahabat Anshar, yang akhirnya berbuah hijrah Islam secara total dan menyeluruh dari Mekkah ke Madinah.

Peristiwa fenomenal dalam sejarah dakwah Baginda Sayyidina Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, biasa di-hari raya-kan dan diperingati oleh kaum muslimin pada setiap tanggal 27 Rajab. Padahal yang terpenting bahkan yang penting dari isra’ mi’raj dan dari setiap momen sirah yang lain, bukanlah peng-hari raya-an dan peringatannya. Melainkan bagaimana dan apa yang harus serta bisa kita ambil darinya, berupa ibrah, hikmah, pelajaran, makna, pesan, misi dan semacamnya, bagi keimanan, keislaman, perjuangan dakwah, dan kehidupan kita secara umum. Baca lebih lanjut

Bertekad Mengakses Nasihat dan Kisah Para Ulama

anakmudaDALAM bahasa Arab, hati disebut “al-qalbu”, artinya berbolak-balik, tidak menetap pada satu keadaan. Demikianlah kenyataan hati manusia. Ia bisa menjadi sangat lembut dan mudah diarahkan, tetapi bisa juga menjadi lebih keras dari batu. Sejenak trenyuh dan berduka, kemudian melonjak kegirangan. Pada dua keadaan ini, sebenarnya hati punya kebutuhan yang sama, yaitu nasihat. Dengannya maka berbolak-baliknya hati senantiasa terarah kepada kebaikan, tidak liar dan menyeretnya ke jurang kebinasaan.

Oleh karenanya, di dalam khazanah literatur Islam berkembang satu jenis kitab yang disebut raqa’iq atau riqaq. Istilah ini dapat dimaknai sebagai cerita ringan, atau kisah pelembut hati. Karya seperti ini umumnya pendek, dan di dalamnya banyak disitir kisah-kisah singkat yang menarik, juga nasihat-nasihat ringkas yang penuh makna. Wejangan dan wasiat para ulama besar dapat kita jumpai dengan mudah dalam karya-karya seperti ini, apalagi dalam karya-karya yang lebih detil dan panjang.

Mengapa nasihat ulama itu penting?

Sebab – menurut Syeikh ‘Abdul Qadir al-Jilani – ia merupakan saripati pengalaman dan interaksi mereka dengan al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, sepanjang hidupnya mereka hanya mengabdikan diri kepada Allah, bukan kepada materi dan kenikmatan duniawi.

Tentu saja, mata air hikmah akan mengalir deras dari hati dan lisan mereka. Adapun kata-kata orang yang tidak beriman kepada Allah, apalagi yang memusuhi-Nya, jelas tidak akan steril dari polusi keyakinan mereka. Bukankah keyakinan yang mewarnai setiap hati pasti terefleksikan melalui kata-kata dan tindakan pemiliknya? Maka, kita harus hati-hati memilih nasihat, sebelum teracuni tanpa sadar. Baca lebih lanjut

‘Abd Allah Ibn al-Rawaha: Penyair Nabi dan Syuhada Perang Muktah

islamic_wallpaper_93.jpg
Ia bernama lengkap Abd Allah bin Rawaha bin Tsa’labab al-Anshary al-Khazraji. Panggilannya Abu Muhammad. Paman daripada Nu’man bin Basyir. Wafat pada tahun 8 Hijriah’. Ia masuk Islam pada masa Bait al-‘Aqabah al-Ula. Dikisahkan bahwa sewaktu Rasulullah saw. sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah, dengan bersembunyi-sembunyi dari kaum Quraisy.

Mereka yang datang ini terdiri dari duabelas orang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Anshar.(penolong Rasul). Mereka sedang dibai’at Rasul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama Bai’at al-Aqabah al-Ula (Aqabah pertama). Merekalah pembawa dan penyi’ar Islam pertama ke kota Madinah, dan bai’at merekalah yang membuka jalan bagi hijrah Nabi beserta pengikut beliau, yang pada gilirannya kemudian, membawa kemajuan pesat bagi Agama Allah yaitu Islam. Maka salah seorang dari utusan yang dibai’at Nabi itu, adalah Abd Allah bin Rawahah.

Pada tahun berikutnya, Rasulullah saw. membai’at lagi 73 (tujuhpuluh tiga) orang Anshar dari penduduk Madinah pada bai’at ‘Aqabah kedua, maka tokoh Ibnu Rawahah ini pun termasuk salah seorang utusan yang dibai’at itu. Setelah selesai pembaiatan Aqabah yang kedua, ia berdiri di samping Rasulullah. Kemudian bertanya kepada Rasulullah; Baca lebih lanjut

Gadisku

GADISKU…SEBELUM NASI MENJADI BUBUR…

http-3.bp.blogspot.com-(Nasehat Seorang ulama Suria Syaikh Ali At-Tonthowi rahimahullah kepada para gadis…agar tidak tertipu oleh para lelaki tukang gombal)

Wahai putriku…

aku adalah seorang yang berjalan pada umur 50 tahunan…

masa muda telah meninggalkanku, meninggalkan impian-impiannya dan angan-angan kosongnya.

Aku pun telah banyak merantau di negeri-negeri, aku telah bertemu dengan berbagai model manusia. Aku memiliki banyak pengalaman tentang orang-orang…

maka dengarlah -wahai putriku- sebuah nasehat yang sungguh-sungguh dariku, yang aku ungkapkan berdasarkan umurku dan pengalaman-pengalamanku, engkau tidak akan mendengarkannya dari selainku.

Sungguh aku telah banyak menulis…aku telah menyeru…menyeru kepada pembenahan akhlak dan penghilangan kerusakan dan penundukan syahwat…bahkan sampai-sampai pena-penaku telah lelah…

lisan-lisan telah bosan… Baca lebih lanjut

BEGINILAH HIDUP MENGAJARIKU

(Untaian Mutiara Hikmah DR. Musthafa As-Siba’i)

  • Jika melihat kehidupan dengan mata optimisme, maka akan engkau dapati keindahan di setiap sudutnya. Bahkan termasuk di dalam keburukan sekalipun (engkau tetap bisa menemukan keindahan disana!)
  • Jika Dia membuatmu sakit, dan karenanya engkau jadi lebih mengingat-Nya, maka sungguh berarti Dia telah menyehatkanmu. Dan bila Dia membuatmu sehat, namun karenanya engkau justru berpaling dari-Nya, maka hakekatnya Dia telah men-sakit-kanmu!
  • Saat tawakkal berkata: Baca lebih lanjut

”DEKLARASI” MENYIKAPI KHILAFIYAH

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ’ala Sayyidina Rasulillah, wa ’ala alihi, wa shahbihi, wa man waalaah, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du:

Dengan ini kami menyerukan dan mengajak seluruh muslimin dimanapun berada, untuk bersepakat dalam menyikapi adanya perbedaan pendapat dan madzhab diantara para imam dan ulama Ahlussunnah Waljamaah, dalam masalah-masalah khilafiyah ijtihadiyah, dengan butir-butir penyikapan dan kesepakatan sebagai berikut:

Pertama, kita semua sepakat menerima, mengakui dan mentolerir adanya perbedaan pendapat para imam dan ulama itu, sebagai hal yang normal dan wajar, karena ia merupakan buah alami dan konsekuensi logis dari ijtihad mereka. Serta sepakat menyikapi seluruh madzhab ulama Ahlussaunnah Waljamaah sebagai pilihan-pilihan yang secara umum ditolerir bagi siapapun untuk memilih madzhab apapun diantaranya.

Baca lebih lanjut

10+10 NASEHAT UNTUK PEMBERI DAN PENERIMA NASEHAT

Ahmad Mudzoffar Jufri

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Agama adalah nasehat! Kamipun (para sahabat) bertanya: (Nasehat) untuk / bagi siapa ya Rasulallah? Beliau menjawab: (Nasehat) untuk (beriman kepada) Allah, kitab-Nya, dan Rasul-Nya, serta juga (nasehat) bagi para pemimpin muslimin serta seluruh ummat Islam (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Nasehat menasehati, Baca lebih lanjut