Hidupkan Harimu, Jadikan Seindah Pelangi

Alloh yang Maha Baik memberi kita IKAN ,
Tetapi kita harus MENGAIL untuk mendapatkannya .
Demikian juga jika kita terus MENUNGGU waktu yang tepat,
Mungkin kita tidak akan pernah MULAI.

Mulailah sekarang…
Mulailah di mana kamu berada sekarang dengan APA ADANYA.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita MEMILIH seseorang untuk DICINTAI
Tapi sadarilah bahwa CINTAILAH yang MEMILIH kita untuk mencintainya.

Prsahabatan adalah 1 JIWA dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya KESEHATAN,
nilainya baru kita sadari setelah kita KEHILANGANnya .

Baca lebih lanjut

Iklan

Tetap lah berubah…

Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu
Atau yang hidup dalam pengandaian masa depan.
Bahkan lebih banyak lagi yang tidak mengetahui
Bahwa dia seharusnya hidup sepenuhnya hari ini.

Jadikanlah diri anda orang yang mencontohkan kegembiraan
Jadikan diri anda orang yang memenangkan kehidupan
Memberi semangat bagi yang berputus asa
Menjadi penerang dalam kegelapan
Menjadi pemerhati dan penolong bagi penderitaan orang lain
Orang yang beruntung adalah orang yang memberi manfaat dalam kehidupan

Baca lebih lanjut

Menjaga Pandangan Mata

Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).
******
Mata dan hati memiliki ikatan yang kuat. Para dokter akhlaq bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur.

Berapa banyak jatuh korban akibat kerlingan mata yang membawa kehancuran dan penderitaan. Sudah amat banyak kita dengar kasus-kasus perbuatan keji yang dilakukan oleh para pemuda (perzinaan, homoseks, lesbian), suami-istri yang bercerai, atau menderitanya anak-anak sebagai korban.

Baca lebih lanjut

13 Penawar Racun Kemaksiatan

Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan.

1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata, ”Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.”

2. Janganlah meremehkan dosa
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ”Janganlah kamu
meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang hasan)

Baca lebih lanjut

DERMAWAN MISTERIUS

Dari Ibnu Mas’ud. Rasululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya sedekah dengan tersembunyi memadamkan kemarahan Allah,” (As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908)

*****

Penduduk Madinah gempar, pasalnya mereka mendapat kabar bahwa di rumah-rumah orang miskin selalu terkirim sekarung gandum yang digeletakan didepan pintu. Itu terjadi selama bertahun-tahun. Karung gandum itu datang lagi ketika persediaan gandum mereka sudah menipis.Seseorang telah mengirimkan gandum itu ketika mereka terlelap tidur.

Nampaknya lai-laki dermawan ini sangat hati-hati agar tidak dikenali masyarakat, Karena orang-orang selalu gagal memergoki Sang pengirim misterius ini. Padahal nereka hanya ingin mengucapkan terima kasih dan mengatakan betapa sangat berartinya sekarung gandum itu untuk keluarga mereka.

Baca lebih lanjut

ini mimpi ku kawan !!! ( menuju LDK madani )

Kawan. Pernah kah membayangkan tentang bagaimana kemenangan dakwah kampus. pernah sepersekian detik kamu berkhayal tentang indahnya kampus ketika nilai Islam meresapi setiap relung mahasiswa di kampus.

Tahukah kamu kawan, aku pernah membayangkannya, aku pernah masuk dalam indahnya bermimpi tentang kemenangan itu, rasanya sangat indah, dan aku ingin juga membagi rasa ini kepada kawan semua.
Monolog berikut kupersembahkan khusus untuk pejuang dakwah yang tak kenal lelah. Yakinlah bahwa tetes keringat yang berjatuhan adalah saksi bisu atas perjuangan besar Karena rindu pada Rabb..

Baca lebih lanjut

By nu bageur Posted in Da'wah

Hati-Hatilah Bawa Cinta

Kemana CINTA kau berikan,
kesanalah HATI mu disibukkan.

Kau berikan kepada BENDA,
BENDA itu cepat FANA

Kau berikan kepada seorang MANUSIA,
MANUSIA sendiri sering lupa dan DOSA

Kemana lagi kau BERIKAN…
kalau bukan yang MENCIPTAKAN

Kalau diberikan kepada YANG MAHA TAHU
HIDUP kita tidak LAYU

Kalau diberikan kepada yang TIDAK TAHU
Jalan HIDUPPUN banyak yang ragu

Baca lebih lanjut

Masalah Hati (Q A L B U)

Dalam perJALANannya kepada Alloh Azza Wa Jalla ,
QOLBU itu bagaikan seekor BURUNG.

CINTA adalah KEPALAnya,
TAKUT dan HARAP adalah dua SAYAPnya.

Bila kepala dan dua sayapnya SEHAT,
Tentu burung itu akan baik TERBANGnya;

Bila KEPALAnya terPOTONG, tentu ia akan MATI
Dan bila dua SAYAPnya terLEPAS,
Iapun akan menjadi incaran binatang PEMANGSA.

Baca lebih lanjut

UMAR BIN ABDUL AZIZ

Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan dibesarkan dalam sekolah Islam dan terdidik dengan ilmu Al-Qur’an. Ayahnya adalah seorang khalifah. Abdul Malik bin Marwan dan suaminya juga seorang khalifah, yakni Umar bin Abdul Aziz…

Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan dibesarkan dalam sekolah Islam dan terdidik dengan ilmu Al-Qur’an. Ayahnya adalah seorang khalifah. Abdul Malik bin Marwan dan suaminya juga seorang khalifah, yakni Umar bin Abdul Aziz. Keempat saudaranya pun semua khalifah, yaitu Al Walid Sulaiman, Al Yazid, dan Hisyam.

Baca lebih lanjut

Kutitip Surat Ini Untukmu

Ustadz Armen Halim Naro, Lc

Assalamu’alaikum,
Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…

Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Baca lebih lanjut