Do’a untuk mengatasi wabah corona atau Covid-19 (2)

doa nabi yunus saat corona mewabah

Do’a untuk mengatasi wabah corona atau Covid-19. Sebagai umat Islam tentu memahami bahwa Do’a adalah salah satu bentuk perwujudan keimanan dan juga ibadah kepada Allah SWT.

Terlebih saat ini ketika seluruh umat manusia di planet ini sedang bekerja keras dalam mengatasi wabah corona atau covid-19 yang sangat cepat penyebarannya. Nah salah satu bentuk ikhtiar selain ikhtiar fisik dan juga medis tentu kita meminta kepada Pencipta segala Pencipta kehidupan, Allah SWT yaitu dengan berdo’a.

Salah satu bentuk do’a yang diajarkan adalah seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Yunus yang dicantumkan dalam Al Qur’an Surat AL-Anbiya ayat 87-88 yang berbunyi:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)

Baca lebih lanjut

Do’a meminta perlindungan saat Corona mewabah (1)

Doa saat corona mewabah

Salah satu Do’a meminta perlindungan dari bala yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Ya Allâh, kami berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa. [Muttafaq ‘alaih]

[HR. Al-Bukhâri, kitab ad-Da’âwât bab at-Ta’awwudz min jahdil balâ’ 6/75, Dar Thauqin Najât dan Muslim, kitab adz-dzikr wa ad-du’â wa at-taubah wa al-istighfâr bab at-ta’awwudz min sû’il qadhâ’, no 2707 hlm. 1452 Darul Mughni KSA cet. 1 th. 1419 H/1998].

Fawa’id :

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari empat hal tersebut di atas.
Ketika seorang hamba meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dan berdoa kepada-Nya berarti ia menampakkan betapa ia fakir, membutuhkan Allâh Azza wa Jalla dan hamba tersebut merendahkan diri kepada Rabbnya

Baca lebih lanjut

Drama Penentuan Hari Raya

“MADE IN” KHAS INDONESIA: PUASA BEDA, HARI RAYA SAMA!
(“Tayang” Ulang Dengan Penyesuaian Tahun)

zul_raya_2008oleh Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri

Persis seperti tahun lalu, insya-allah akan terjadi perbedaan lagi antar kaum muslimin Indonesia dalam mengawali puasa Ramadhan 1434 ini, antara hari SELASA tanggal 9 dan hari RABO tanggal 10 JULI 2014. Meskipun, dan ini yang menggembirakan, perayaan idul fitri-nya 1 Syawwal 1434 nanti, hampir bisa dipastikan insya-allah akan terjadi secara seragam, serempak dan kompak, pada hari KAMIS tanggal 8 AGUSTUS 2013.

Prediksi nyaris pasti akan terjadinya perbedaan awal Ramadhan tahun ini, seperti tahun lalu dan juga tahun-tahun sebelumnya, disebabkan karena saat matahari terbenam pada hari Senen 29 Sya’ban 1434 nanti, yang bertepatan dengan tanggal 8 Juli 2013, menurut para ahli hisab, hilal (bulan) akan berada pada posisi yang “sangat tidak aman”. Dimana ketika itu hilal sudah wujud (ada/muncul) diatas ufuk (horizon) di wilayah barat Indonesia, namun disepakati belum memungkinkan untuk bisa dirukyat (dilihat), karena ketinggiannya memang masih kurang dari 1 derajat. Bahkan, di wilayah timur Indonesia, hilal belum wujud sama sekali!

Nah, dengan posisi hilal seperti itu, para pencetus sekaligus penganut madzhab hisab hakiki wujudul hilal (penentuan bulan baru berdasar wujud-nya hilal diatas ufuk seberapapun kadar ketinggiannya), Baca lebih lanjut

ISRA’ MI’RAJ DAN SOLUSI LANGIT

rasul-saw

Isro Mi'rojIsra’ Mi’raj merupakan salah satu terminal paling penting dalam sirah Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan bahkan dalam perjalanan dakwah Islam sepanjang masa seluruhnya. Karena tak berselang lama ba’da peristiwa isra’ mi’raj itulah terbentang lebar jalan kemenangan dakwah Islam, dengan terjadinya bai’atul aqabah I dan II dengan para pioner Islam dari generasi pertama sahabat Anshar, yang akhirnya berbuah hijrah Islam secara total dan menyeluruh dari Mekkah ke Madinah.

Peristiwa fenomenal dalam sejarah dakwah Baginda Sayyidina Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, biasa di-hari raya-kan dan diperingati oleh kaum muslimin pada setiap tanggal 27 Rajab. Padahal yang terpenting bahkan yang penting dari isra’ mi’raj dan dari setiap momen sirah yang lain, bukanlah peng-hari raya-an dan peringatannya. Melainkan bagaimana dan apa yang harus serta bisa kita ambil darinya, berupa ibrah, hikmah, pelajaran, makna, pesan, misi dan semacamnya, bagi keimanan, keislaman, perjuangan dakwah, dan kehidupan kita secara umum. Baca lebih lanjut

Find Your Own “STAR”

etos kerja

Bagaimana mencari pekerjaan yang cocok untuk diri anda sendiri.

Pada awal karier kita, ketika kita masih belum menemukan apa yang benar2 cocok untuk kita kerjakan, sering kita bertanya tanya, apa sebenarnya yang harus kita kejar? Dan selalu sulit untuk menemukan “Apa sebenarnya *Passion* kita?”, atau apa yang sebenarnya “cocok” untuk kita kejar?

Hal ini cukup umum, terutama untuk orang yang baru memulai kariernya. Apalagi buat yang baru lulus kuliah, baru pulang dari luar negeri, ataupun baru memulai kerja beberapa tahun di awal kariernya. Bahkan kadang tidak jarang orang yang telah lebih dari 10 tahun bekerja pun masih saja belum menemukan “jalan” yang cocok untuk dirinya. Baca lebih lanjut

HADAPI DAN KONTROLLAH RASA TAKUTMU SERTA MAJULAH DENGAN PENUH KEBERANIAN

leapJika tiba tiba engkau diberitahu oleh dokter yang memeriksamu bahwa ada serangan penyakit ganas yang sedang semakin memperburuk kesehatanmu ,engkau pasti panik dan takut .

Jika juga engkau tiba tiba diberi kabar bahwa orang orang yang bekerja selama ini denganmu tiba tiba membawa kabur uang dan barang barang usahamu , pasti engkau sangat terpukul dan marah. Baca lebih lanjut

Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan

perjalananSuatu kali, Umar bin Khathab mendengar seseorang berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit (minoritas).” Beliau bertanya, “Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksud dengan golongan minoritas?”

Orang itu menjawab, “Saya menyimak firman Allah, Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud: 40), juga firman-Nya, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.” (QS. Saba’ 13). Kemudian orang itu menyebutkan beberapa ayat lagi. Lalu Umar berkata, “Setiap orang memang lebih faqih dari Umar.

Fragmen ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa untuk meraih derajat yang tinggi dan mulia, harus bersiap menempuh jalan yang sepi dari teman. Karena orang kebanyakan tidak sanggup menempuh puncak ketinggian. Derajat muslim hanya disandang sebagian kecil dari total penduduk bumi yang luas ini. Baca lebih lanjut

Bertekad Mengakses Nasihat dan Kisah Para Ulama

anakmudaDALAM bahasa Arab, hati disebut “al-qalbu”, artinya berbolak-balik, tidak menetap pada satu keadaan. Demikianlah kenyataan hati manusia. Ia bisa menjadi sangat lembut dan mudah diarahkan, tetapi bisa juga menjadi lebih keras dari batu. Sejenak trenyuh dan berduka, kemudian melonjak kegirangan. Pada dua keadaan ini, sebenarnya hati punya kebutuhan yang sama, yaitu nasihat. Dengannya maka berbolak-baliknya hati senantiasa terarah kepada kebaikan, tidak liar dan menyeretnya ke jurang kebinasaan.

Oleh karenanya, di dalam khazanah literatur Islam berkembang satu jenis kitab yang disebut raqa’iq atau riqaq. Istilah ini dapat dimaknai sebagai cerita ringan, atau kisah pelembut hati. Karya seperti ini umumnya pendek, dan di dalamnya banyak disitir kisah-kisah singkat yang menarik, juga nasihat-nasihat ringkas yang penuh makna. Wejangan dan wasiat para ulama besar dapat kita jumpai dengan mudah dalam karya-karya seperti ini, apalagi dalam karya-karya yang lebih detil dan panjang.

Mengapa nasihat ulama itu penting?

Sebab – menurut Syeikh ‘Abdul Qadir al-Jilani – ia merupakan saripati pengalaman dan interaksi mereka dengan al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, sepanjang hidupnya mereka hanya mengabdikan diri kepada Allah, bukan kepada materi dan kenikmatan duniawi.

Tentu saja, mata air hikmah akan mengalir deras dari hati dan lisan mereka. Adapun kata-kata orang yang tidak beriman kepada Allah, apalagi yang memusuhi-Nya, jelas tidak akan steril dari polusi keyakinan mereka. Bukankah keyakinan yang mewarnai setiap hati pasti terefleksikan melalui kata-kata dan tindakan pemiliknya? Maka, kita harus hati-hati memilih nasihat, sebelum teracuni tanpa sadar. Baca lebih lanjut

Tiga Unsur Kesuksesan

leapBila bintang kemauan terbit di malam keberanian, bertepatan pula dengan hadirnya bulan tekad yang bulat, niscaya bumi hati akan terpancari oleh cahaya Ilahi

Kalimat indah tersebut adalah ungkapan yang terdapat dalam kitab al-Fawa’id, karya fenomenal dari ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Di mana beliau menulis, ”idza thala’a najmul himmah fii lailil bathaalah, wa radafahu qamarul ’aziimah, asyraqat ardhul qalbi binuuri Rabbiha.”

Begitu dahsyat keindahan bahasanya, sehingga sangat sulit untuk memilih diksi yang tepat untuk menerjemahkan. Dan kalimat pembuka diatas adalah pendekatan makna dari ungkapan beliau tersebut.

Tiga Unsur Kesuksesan

Hati yang terpancari oleh cahaya Ilahi adalah hati yang mengenali Pencipta-Nya secara tepat, mampu membedakan antara yag haq dan yang bathil secara akurat, dan lebih mengutamakan kebenaran daripada kebathilan, hawa nafsu dan bujukan setan dan juga syahwat. Baca lebih lanjut

CINTA ABADI – MUHAMMAD IQBAL

CINTA ABADI

“Cinta itu abadi dan ke dalam keabadian ia pergi
Jika hari pembalasan tiba
Orang berduyun ingin jadi pemburu cinta
Sebab tanpa cinta ia akan terhina

Titik cerlang yang bernama pribadi
Api kehidupan dalam tumpukan abu kita
Cinta menggosoknya menjadi lebih abadi lagi

Cinta mengangkat insan membumbung tinggi
Hingga tercapai tangga keluhuran dekat ilahi
Jika wujud ini adalah benda belum selesai
Cinta membentuknya hingga sempurna
O muslim, dengar kisahku menjadi manusia

Oleh cinta pribadi kian abadi
Lebih hidup, lebih menyala, dan lebih kemilau
Dari cinta menjelma pancaran wujudnya
Dan perkembangan kemungkinan yang tak diketahui semula
Fitrahnya mengumpul api dari cinta

Cinta mengajarinya menerangi alam semesta
Cinta tak takut kepada pedang dan pisau belati
Cinta tidak berasal dari air dan bumi
Cinta menjadikan perang dan damai di dunia
Sumber hidup ialah kilau pedang cinta”.

Muhammad Iqbal (1877-1938)